Kamis, 05 Mei 2011

Analisis Penjualan Barang Rachmana Tamaya

A. Pengantar
Sistem adalah kumpulan elemen yang masing-masing elemen tersebut memiliki fungsi masing-masing, namun secara bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan dari adanya sistem tersebut. Sebuah mobil dapat dikatakan sebuah sistem karena di dalamnya terdapat kumpulan elemen (seperti kemudi, rem, mesin, roda, kaca spion, lampu sen, dan sebagainya) yang masing-masing elemen tersebut memiliki fungsi masing-masing, namun secara bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan dibuatnya mobil tersebut yaitu sebagai alat transportasi.
Sistem yang kita bahas sebagai contoh sederhana di sini adalah sistem komputerisasi administrasi di suatu unit usaha. Misalkan unit usahanya adalah “Mini Market ‘Rachmana Tamaya’” yang akan kita buat “sistem penjualan barang”-nya.
B. Prosedur Singkat Penjualan Barang di “Rachmana Tamaya”
Mini market “Rachmana Tamaya” tidak melakukan pendataan pelanggan, sehingga pembeli manapun dapat melakukan transaksi pembelian. Namun demikian, untuk meningkatkan pelayanan kepada pembeli, di kasir (hanya ada 1 kasir), pembeli dapat menanyakan apakah barang yang dicari tersedia di sana, masih ada berapa unit, dan berapa harganya.
Setiap barang yang sudah dilakukan transaksi tidak dapat ditukar atau dikembalikan, dan setiap pembelian harus dilakukan secara tunai. Meskipun data pembeli tidak dicatat, namun di setiap struk belanja yang dicetak diberi kode. Kode tersebut terdiri dari masing-masing 2 digit tanggal, bulan, tahun, dan 3 digit nomor urut. Misalkan kode = “120903056” berarti, transaksi yang terjadi pada tanggal 12 bulan September tahun 2003 di nomor urut 056.
C. Analisis (Persiapan) Merancang Sistem
Ada beberapa hal yang harus dianalisis sebelum membuat perancangan sistem, yaitu : (1) ruang lingkup atau batasan sistem, (2) apa yang ingin dihasilkan oleh sistem (tujuan sistem/ output), (3) siapa saja yang terlibat di dalamnya, dan sebagainya.
Ruang lingkup sistem yang akan kita bahas adalah tentang penjualan barang di mini market “Rachmana Tamaya”, tidak membahas pembelian barang untuk keperluan stok di mini market tersebut, maupun bagaimana penanganan barang rusak, kadaluarsa, dan sebagainya. Masih dalam batasan sistem, pihak-pihak/ orang-orang yang berada di “lingkar luar” adalah pengunjung mini market yang selanjutnya disebut dengan “Pembeli” dan “Pemilik,” yaitu pemilik mini market yang harus diberi laporan hasil penjualan barang setiap hari (setelah toko tutup).
Tujuan pembuatan sistem ini adalah untuk mencatat transaksi penjualan barang di mini market tersebut (sehingga dapat digunakan untuk mengecek uang masuk, selanjutnya juga dapat dimanfaatkan untuk menghitung keuntungan unit usaha, dan sebagainya).
Pihak-pihak yang terlibat di dalamnya (pada proses penjualan barang) adalah kasir, dan beberapa penjaga toko yang merangkap pengontrol keberadaan barang di rak-rak pajang).
D. Penggambaran Perancangan Sistem
Di bahasan ini, penggambaran perancangan sistem yang digunakan adalah Data Flow Diagram (DFD), Entity/ Relationship Diagram (E/R Diagram), dan Data Normalization. DFD dibagi menjadi tiga strata (tingkatan), yaitu Context Diagram, Zero Diagram, dan Detail Diagram.
D.1. Context Diagram (Diagram konteks)
Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) sistem yang akan dibuat. Secara kalimat, dapat dikatakan bahwa diagram konteks ini berisi “siapa saja yang memberi data (dan data apa saja) ke sistem, serta kepada siapa saja informasi (dan informasi apa saja) yang harus dihasilkan sistem.”
Jadi, yang dibutuhkan adalah :
(1) Siapa saja pihak yang akan memberikan data ke sistem,
(2) Data apa saja yang diberikannya ke sistem,
(3) kepada siapa sistem harus memberi informasi atau laporan, dan
(4) apa saja isi/ jenis laporan yang harus dihasilkan sistem.
Kata “Siapa” di atas dilambangkan dengan kotak persegi (disebut dengan terminator), dan kata “apa” di atas dilambangkan dengan aliran data (disebut dengan data flow), dan kata “sistem” dilambangkan dengan lingkaran (disebut dengan process).



Beberapa kemungkinan (data) yang diberikan pembeli kepada kasir adalah : (1) barang yang ditanyakan, (2) barang yang akan dibeli, dan (3) Uang pembayaran. Sebaliknya, kemungkian informasi yang diberikan kasir kepada pembeli adalah (1) keadaan barang yang ditanyakan, (2) jumlah uang yang harus dibayar.
Sedangkan informasi yang diberikan kasir kepada Pemilik adalah Laporan Jumlah Uang Masuk beserta Jumlah Barang yang Terjualnya. DFD Konteksnya :



D.2. Zero Diagram (Diagram Nol).
Tujuan dari diagram nol adalah untuk “memerinci” sebuah sistem menjadi “proses-proses” yang harus dilakukan ‘orang dalam.’ Atau jika dibuat dalam kalimat adalah : “Apa saja proses yang harus dilakukan agar mencapai sistem tersebut ?.”
Jadi, diagram ini adalah kelanjutan dari diagram konteks, yang “memperbanyak lingkaran,” sedangkan untuk (jumlah dan isi) terminator serta (jumlah dan isi) data flow dari dan ke terminator tersebut harus tetap.
Pada diagram ini pula mulai ditampilkan data store (penyimpan data/ file) yang dibutuhkan.



File apa saja yang dibutuhkan di sistem ini ?. Jenis file data ada dua, yakni :
1. master file, dan
2. transaction file.. Master file adalah file berisi (mencatat) mengenai objek yang harus ada di sebuah unit usaha yang jika tidak ada objek tersebut maka unit usaha tersebut tidak akan berjalan secara sempurna.
Objek-objek yang harus ada di sebuah mini market adalah :
(1) barang,
(2) pengelola,
(3) pembeli, dan
(4) fasilitas.
Jika salah satu objek tersebut tidak ada, maka mini market tidak akan berjalan sempurna. Dalam pencatatan penjualan barang, master file yang dibutuhkan hanya barang, pengelola (kasir), dan fasilitas (Rak, yang digunakan untuk memajang barang). File Pembeli tidak diperlukan karena data pembeli tidak dicatat.
Sedangkan transaction file adalah file yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi di mini market tersebut. Transaksi adalah berelasinya (berhubungannya) dua master file (atau lebih). Jika kita lihat apa saja master file yang harus ada di atas, dan mana yang berhubungan sehingga terjadi transaksi, maka kemungkinan-kemungkinan transaksi yang terjadi di mini market tersebut adalah :
1. “Pembeli membeli barang”
2. “Kasir menjual barang”
3. “Pembeli membeli barang, dan Kasir Menjual Barang” (gabungan 1 dan 2)
Karena Pembeli tidak dicatat, maka kita menggunakan transaksi yang ke 2 saja, sehingga transaksi yang terjadi akan dicatat di file “JUAL”. (Nama file terserah perancang sistem)
Mari kita susun diagram nol-nya.
Ketika “Pembeli” datang, ada 2 kemungkinan yang akan dilakukannya, yaitu :
(1) bertanya keberadaan barang yang akan dibelinya, dan
(2) ia mengambil barang-barang yang akan dibelinya dan menyerahkan kepada kasir untuk dihitung berapa yang harus dibayarnya. Apa aksi (proses yang harus dilakukan kasir) untuk kedua kemungkinan tersebut ?.



D.3. Detail Diagram (Diagram Detil).
Diagram detil adalah diagram yang memungkinkan proses yang ada di diagram nol lebih diperinci lagi. Misalkan untuk proses 1 di atas.

Masalah (Trouble) Print Pixma IP1200, IP1300, IP1600, IP1700, IP1880, IP1980

Memiliki printer jenis pixma ini mungkin banyak diantara kita yang merasa kecewa karena telah membelinya, Benar… printer ini pengoprasiannya dibatasi hingga batas tertentu.

Sehingga jika sudah mencapai batas yang telah diakumulasikan ini printer akan berhenti mencetak dengan kata lainnya BLINGKING dan mau tidak mau anda harus membawanya keservice center untuk memperbaikinya!

Bayangkan… di saat anda sangat membutuhkan mesin pencetak bisa berjalan dengan baik, printer anda ngadat, terjadi BLINK! Itu masih beruntung karena masih bisa diservice mode, lebih celakanya lagi… printer terus saja nge-BLINKING setiap mau dipakai. Semua data hasil jerih payah anda sia-sia karena tidak bisa dicetak hari ini juga.

Berikut beberapa kode blink pada printer pixma IP1200, IP1300, IP1600, IP1700, IP1880, IP1980 :



• 7x green orange berkedip bergantian atau 1x green, 1x orange,1x green, 1x orange, 1x green .... : Waste Ink Pad Full / Ink Absorber Full. Printer anda perlu di reset dengan software general tool resetter.
• 3x Orange 1x green : Ada kerusakan di mekanik printer. Jika anda belum pernah membongkar printer, sebaiknya dibawa aja printer anda ke tempat servisan.
• 4x orange 1x green : Printer absorber full (Waste Ink Pad Full). Printer anda perlu di reset dengan hanya menekan tombol. Caranya baca di SINI

• 5x orange 1x green : Cartridge Warna / Hitam rusak. Ganti Cartridge warna / hitam, selesai. Kerusakan Cartridge disebabkan oleh banyak hal, antara lain : chip IC rusak, kotornya konektor, dll.
• 7x orange 1x green : Cartridge Warna rusak. Biasanya terjadi pada IP1980 blink 7x orange 1x green. Ganti Cartridge warna, selesai. Kerusakan Cartridge disebabkan oleh banyak hal, antara lain : chip IC rusak, kotornya konektor, dll.
• 8x orange 1x green : ink tank full. Printer anda perlu di reset dengan software general tool resetter.
• 14x / 15x orange 1x green : Cartridge hitam rusak. Ganti Cartridge hitam, selesai.
• Jika Printer dinyalakan lampu green nyala penuh tanpa blink (kedip-kedip), kemudian ketika dipakai untuk print baru blink berarti Cratridge anda mengalami "runout". dan biasanya ada komentar di layar windows anda. solusinya : tekan tombol resume antara 10 - 20 detik kemudian lepaskan. Jika masih blink lagi ulangi lagi langkah tadi, bisanya hanya 2 kali yaitu untuk hitam dan warna. Kasus ini sering terjadi ketika Cartridge habis di isi ulang.

Kalau Printer yang perlu direset pakai software, klik caranya di sini untuk IP1880

UCD ( User Centered Design )

User merupakan object yang penting didalam pengembangan dan pembangun sistem. User disini adalah pribadi, organisasi, dan masyarakat. User saat ini harus berada pada level of design sophistication dari semua antarmuka grafis beserta isi dari webnya. Pada saat user berinteraksi dengan sistem user harus merasa sesuai dengan pengalaman yang pernah dirasakan pada saat berinteraksi dengan sistem yang lain. User harus merasa puas dengan informasi yang disediakan oleh sistem dan merasa nyaman saat berinteraksi dengan sistem.
UCD ( user Centered Design ) adalah filosofi perancangan yang menempatkan pengguna sebagai pusat dari proses pengembangan sistem. Pendekatan UCD telah didukung berbagai teknik, metoda, tools, procedur, dan proses yang membantu perancangan sistem interaktif yang lebih berpusat pada pengguna. Sasaran UCD adalah lebih dari sekedar membuat produk yang berguna.

Pembahasan

UCD ( user Centered Design ) merupakan paradigma baru dalam pengembangan sistem berbasis web. Perancangan berbasis pengguna (User Centered design = User Centered Design = UCD) adalah istilah yang yang digunakan untuk untuk menggambarkan filosofi perancangan. Konsep dari UCD adalah user sebagai pusat dari proses pengembangan sistem, dan tujuan/sifat-sifat, konteks dan lingkungan sistem semua didasarkan dari pengalaman pengguna.

Prinsip yang harus diperhatikan dalam UCD adalah:
1. Fokus pada pengguna
Perancangn harus berhubungan langsung dengan pengguna sesungguhnya atau calon pengguna melalui interview, Survey, dan partisipasi dalam workshop perancangan.
Tujuannya adalah untuk memahami kognisi, karakter, dan sikap pengguna serta karakteristik anthropometric. Aktivitas utamanya mencakup pengambilan data, analisis dan integrasinya ke dalam informasi perancangan dari pengguna tentang karakteristik tugas, lingkungan teknis, dan organisasi.
2. Perancangan terintergrasi
Perancangan harus mencakup antarmuka pengguna, sistem bantuan, dukungan teknis serta prosedur instalasi dan konfigurasi.
3. Dari awal berlanjut pada penggujian pengguna
Satu-satunya pendekatan yang sukses dalam perancangan sistem yang berpusat pada pengguna adalah secara empiris dibutuhkan observasi tentang kelakuan pengguna, evaluasi umpan-balik yang cermat, wawasan pemecahan terhadap masalah yang ada, dan motivasi yang kuat untuk mengubah rancangan.
4. Perancangan interaktif.
Sistem yang sedang dikembangkan harus didefinisikan, dirancang, dan ditest berulang kali. Berdasarkan hasil test kelakuan dari fungsi, antarmuka, sistem bantuan, dokumementasi pengguna, dan pendekatan pelatihannya.

UCD adalah tentang partisipasi dan pengalaman manusia dalam proses perancangan. Pengguna adalah orang yang akan menggunakan sistem. Pengguna langsung biasa disebut pengguna akhir ( end user ) yang menggunakan sistem untuk menyelesaikan pekerjaannya. Pengguna tidak langsung adalah pengguna yang menggunakan sistem untuk penggunaan yang lain seperti system administrators, installers, dan demonstrators.


Aturan dalam UCD
Karat telah mendefinisikan hak pengguna untuk mentransformasi budaya yang terdapat dalam perancangan, pengembangan, dan pembuatan sistem teknologi informasi, dan untuk memastikan bahwa produk hasilnya akan tepat seperti harapan pelanggan.
Aturan dalam UCD ( User Centered Design )
1. Perspektif
Pengguna selalu benar. Jika terdapat masalah dalam penggunakan sistem, maka masalah ada pada sistem dan bukan pengguna.
2. Installasi
Pengguna mempunyai hak untuk dapat menginstall atau mengun-install perangkat lunak dan perangkat keras sistem secara mudah tanpa ada konsekuensi negatif.
3. Pemenuhan
Pengguna mempunyai hak untuk mendapatkan sistem dapat bekerja persis seperti yang dijanjikan.
4. Instruksi
Pengguna mempunyai hak untuk dapat menggunakan instruksi secara mudah ( buku petunjuk, bantuan secara on-line atau kontekstual, pesan kesalahan ), untuk memahami dan menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara efisien dan terhindar dari masalah.

5. Kontrol
Pengguna mempunya hak untuk dapat mengontrol sistem dan mampu membuat sistem menanggapi dengan benar atas permintaan yang diberikan.
6. Umpan Balik
Pengguna mempunyai hak terhadap sistem untuk menyediakan informasi yang jelas, dapat dimengerti, dan akurat tentang tugas yang dilakukan dan kemajuan yang dicapai.
7. Keterkaitan
Pengguna mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang semua prasyarat yang dibutuhkan sistem untuk memperoleh hasil terbaik.
8. Batasan
Pengguna mempunyai hak untuk mengetahui batasan kemampuan sistem.
9. Assistance
Pengguna mempunyai hak untuk dapat berkomunikasi dengan penyedian teknologi dan menerima pemikiran dan tanggapan yang membantu jika diperlukan.
10. Usability
Pengguna harus dapat menjadi penguasa teknologi perangkat lunak dan perangkat keras, dan bukan sebaliknya. Sistem harus dapat dugunakan secara alami dan ituitif.

Proses User Centered Design ( UCD )
ISO 13407 Human Centered Design Process...defines a general process for including human-centered activities throughout a development lifecycle..


Gambar 1. Proses UCD berdasarkan ISO 13407:1999

Keterangan gambar:
1. Memahami dan menentukan konteks pengguna
Karakteristik pengguna yang diharapkan
Pekerjaan yang dilakukan pengguna
Pemecahan secara hirarki atas pekerjaan global
 Tujuan global penggunaan sistem untuk setiap kategori pengguna, termasuk karakteristik tugas yang mungkin menggangu penggunaan dalam scenario khusus, seperti frekuensi dan lama kinerja.
Deskripsi harus mencakup alokasi aktifitas dan langkah operasional antara manusia dan sumberdaya teknologi
Pahami lingkungan tempat pengguna akan menggunakan sistem
Sangat penting awal langkah untuk menentukan kebutuhan sistem minimal dan optimal dengan memperhatikan
2. Menentukan kebutuhan pengguna dan Organisasi
Dalam UCD penting untuk memperluas aktivitas kebutuhan fungsional sistem dengan membuat pernyataan eksplisit kebutuhan pengguna dan organisasi, dalam hubungannya dengan konteks diskripsi penggunaan dalam hal:
• Kualitas perancangan interaksi manusia dan komputer serta workstation,
• Kualitas dan isi tugas pengguna ( termasuk alokasi tugas diantara kategori penguna yang berbeda ),
• Kinerja tugas yang efektif khususnya dalam hal transparasi aplikasi ke pengguna,
• Kerjasama dan komunikasi yang efektif diantara pengguna dan pikah ketiga yang relevan,
• Dibutuhkan kinerja sistem baru terhadap tujuan finansial.
3. Solusi perancangan yang dihasilkan
• Dengan memgunakan pengetahuan yang ada untuk mengembangkan suatu proposal solusi perancangan.
• Membuat solusi perancangan lebih konkrit ( dengan simulasi, prototipe, dll )
• Memperlihatkan prototipe ke pengguna dan mengamatinya saat melakukan tugas spesifik, dengan atau tanpa bantuan evaluatur.
• Menggunakan umpan balik untuk perbaikan rancangan,
• Mengulang proses ini sampai tujuan perancangan dipenuhi.
4. Evaluasi Perancangan terhadap kebutuhan pengguna
• Formative: menyediakan umpanbalik yang dapat digunakan untuk memperbaiki rancangan.
• Summative: melakukan penilaian apakah tujuan pengguna dan organisasi telah tercapai



6. Model menurut Eason (1992)
Eason menggambarkan empat langkah kunci dalam pengembangan, yaitu perencanaan, perancangan, implementasi, dan pengelolaan sistem.


Gambar 3. Metode UCD menurut Eason
Pada gambar diatas terdapat empat pendekatan dalam pengembangan sistem, yaitu:
1. Soft System Methodology ( SSM ).
2. Open System Task Analysis ( OSTA )
3. Multivew
4. Star Life Circle
Keempat pendekatan diatas mempunyai fokus pengembangan yang berbeda.

Kesimpulan
Dengan menggunakan metode UCD untuk perancangan sistem, sistem yang dihasilkan lebih memberikan kepuasan bagi user dan meningkatkan kemanfaatan sistem tersebut.

Cara Instal Xampp

Pertama saat file installasi dijalankan kita diminta untuk memilih bahasa yang ingin digunakan saat proses installasi, setelah selesai memilih bahasa yang akan digunakan tekan tombol Next.

Gambar 1 Pilihan bahasa untuk installasi




Selanjutnya akan muncul welcome screen yang berisi informasi tentang versi yang akan kita install, disini kita diminta untuk menutup terlebih dahulu program-program yang sedang aktif selama proses installasi, jika sudah tekan tombol Next.


Gambar 2 Welcome Screen




Berikutnya kita diberikan kesempatan untuk memilih lokasi program akan diinstall, secara default XAMPP akan di install pada folder C:\xampp.


Gambar 3 Lokasi installasi program




Selanjutnya akan ditampilan pilihan-pilihan fasiltias yang ada, disini terdapat pilihan untuk mengaktifkan Apache, MySQL dan Filezilla sebaga sebuat service, jika anda mengunakan sistem operasi windows NT/2000/XP/Vista kita dapat mengunakan ketiga fasilitas tersebut sebagai sebuah service, namun jika mengunakan windows 9x fasiltias ini tidak dapat digunakan karena windows 9x tidak mendukung fasilitas tersebut.


Gambar 4 Option installasi



Berikutnya XAMPP akan melakukan installasi program pada komputer anda.

Gambar 5 Progress installasi




Setelah selesai melakukan installasi pada komputer anda akan muncul sebuah pesan yang memberitahukan proses berhasil dilakukan seperti gambar 6 dibawah ini.


Gambar 6 Selesai installasi




Selanjutnya XAMPP akan langsung mencoba menjalankan hasil installasi dan melakukan konfiguasi tambahan yang diperlukan, jika anda mengunakan windows XP SP2/Vista kemungkinan akan muncul form security report seperti gambar 7 yang meminta konfirmasi apakah program benar akan dijalankan?
Karena memang benar kita menjalankan program tersebut maka pilih tombol UNBLOCK pada form konfirmasi yang muncul tersebut.
Berikutnya akan muncul pesan jika konfigurasi installasi service selesai dilakukan, dan kilik OK.

Dan selanjutnya akan ditanyakan apakah kita ingin menbuka XAMPP Control Panel setelah selesai installasi ini.


Gambar 7 Konfirmasi menjalankan XAMPP Control Panel




Jika pada pilihan sebelumnya kita memilih untuk menjalankan XAMPP Control panel maka secara automatis XAMPP control panel akan ditampilkan, form control panel XAMPP seperti gambar 10 dibawah ini, dari control panel ini kita dapat mematikan atau menjalankan service yang telah terinstall.


Gambar 8 Konfirmasi menjalankan XAMPP Control Panel




Sampai disini proses installasi Apache, PHP dan MySQL di komputer kita telah selesai dan siap untuk digunakan. Untuk mencoba hasil installasi bukalah browser yang ada di komputer anda kemudian pada address bar ketikan http://localhost atau http://127.0.0.1 kemudian tekan enter untuk membrowse dan mencoba apakah webserver telah bisa digunakan. Jika sukses maka akan muncul tampilan awal welcome screen XAMPP seperti gambar 11 dibawah ini.


Gambar 9 Welcome screen XAMPP




Pada bagian kiri welcome screen XAMPP ini terdapat link fasilitas-fasiltias yang telah terinstall, untuk mencoba fasiltias-fasilitas tersebut kita cukup mengklik link yang ada.
Berikut sedikit penjelasan untuk sebagian link yang ada :

PHPINFO
Fasilitas untuk menampilkan konfigurasi setting php yang telah dilakukan oleh XAMPP, semua setting PHP ini masih dapat dirubah sesuai keperluan dengan mengedit file PHP.INI yang tersimpan pada file folder yang tercatat di phpinfo().

Gambar 10 XAMPP – phpinfo()




Root folder XAMPP
Setelah terinstall dan berjalan dan dengan baik, untuk mencoba menambahkan file-file project PHP yang kita buat cukup meletakan file tersebut pada root folder apache yang berada pada folder htdocs yang terdapat pada folder XAMPP terinstall. Secara default folder tersebut terdapat pada C: \XAMPP\htdocs.

Gambar 11 Lokasi root folder apache




Sebagai contoh buatlah sebuah folder contoh didalam htdocs tersebut, kemudian untuk mengakses folder tersebut pada browser dengan menuliskan alamat http://localhost/contoh pada addressbar, maka browser akan menampilkan isi dari folder kosong tersebut.

Untuk menambahkan file-file baru atau folder lain cukup buat pada folder htdocs tersebut dan kita sudah dapat mencoba mengakses file-file yang telah dibuat dari browser.

PHP Switch untuk berpindah versi PHP4 dan PHP5
Pembahasan fasilitas ini sengaja dibuat terpisah dari fasiltias2 umum lainnya karena menurut saya fasiltias ini sangat menarik, dan mempermudah kita mencoba kedua versi PHP tersebut dan dapat berpindah-pindah dengan beberapa langkah yang singkat.
Saat proses installasi, XAMPP telah menginstall PHP4 dan PHP5 pada komputer kita, dan untuk berpindah versi PHP tersebut kita dapat memanfaatkan fasilitas PHP Switch yang telah disertakan, untuk mengunakan fasilitas ini kita hanya perlu menjalankan sebuah .BAT file yang telah disertakan pada folder XAMPP terinstall. Berikut langkah-langkah pengunaan PHP Switch ini:
Pastikan anda mematikan terlebih dahulu Apache web server yang sedang aktif, untuk mematikan service Apache click tombol SCM pada bagian atas control panel XAMPP untuk membuka form daftar Service yang berjalan pada komputer anda. Atau buka di control panel -> administrativ Tool -> service.

Gambar 12 Membuka form service windows




Setelah form daftar windows service terbuka carilah daftar service Apache didalamnya, jika dalam posisi aktif maka klik kanan pada list Apache kemudian pilih STOP pada dropdown menu yang muncul untuk menonaktifkan service apache yang sedang berjalan.

Setelah mematikan sementara service apache, maka selanjutnya kita perlu menjalankan file PHP-SWITCH.BAT yang ada folder XAMPP terinstall (secara default terdapat pada form C:\XAMPP\), maka akan muncul dos console seperti comand prompt.

Pada pilihan yang ada kita di minta untuk menekan tombol angka 5 pada keyboard jika ingin berpindah dari versi PHP4 ke PHP5, atau menekan tombol X jika ingin membatalkan perpindahan versi PHP. Setelah menentukan pilihan tekan tombol enter makan PHP SWITCH akan melakukan perpindahan versi PHP yang akan digunakan.
Berikutnya setelah selesai menjalankan PHP SWITCH untuk berpindah versi maka langkah selanjutnya adalah menjalankan kembali service Apache yang sebelumnya kita nonktifkan, caranya sama seperti sebelumnya dengan membuka form windows service dari tombol SMC di control panel XAMPP, kemudian klik kanan pada service Apache dan kemudian memilih START dari dropdown menu yang ada, jika Apache sudah dalam posisi aktif pilih tombol RESTART untuk memastikan Apache membaca ulang semua konfigurasi yang telah dilakukan PHP Switch.

Setelah selesai langkah selanjutnya adalah memeriksa status PHP yang aktif dari pilihan PHPINFO() yang terdapat pada Welcome screen XAMPP melalui browser, jika perpindahan versi berhasil dilakukan maka pada Phpinfo tercatat versi PHP yang berjalan adalah PHP5 seperti gambar 20 dibawah ini.


Gambar 13 Status PHP 5 telah aktif




Untuk berpindah kembali mengunakan PHP4 kita dapat melakukan langkah-langkah yang sama seperti sebelumnya.

Selesai...
Selamat mencoba...

Cara Install Windows Lewat Flash disk

Akhir2 ini semakin banyak aja diluncurkan laptop mini, dimulai dari asus EEE PC, sempat terjadi booming yang berlebihan dimana harga di pasaran menyentuh angka 4.5 juta rupiah hanya untuk versi yang 2 GB! sebuah angka yang luar biasa fantastis mengingat harga remi dari asus sendiri waktu itu adalah $299 untuk versi yang 4GB.
tapi sekarang harga tersebut sudah mulai menurun setelah asus di bombardir oleh berbagai kompetitor. kompetitor yang menurut saya paling kuat adalah acer aspire one, mungkin nanti review nya bisa saya tulis setelah kami bertiga mengetesnya.
permasalahan utama dari laptop-laptop mini tersebut adalah semuanya hadir tanpa dukungan optical drive, tentu saja bagi anda yang suka ngtak atik komputer, hal ini sedikit banyak akan menghambat kreativitas anda, maka lewat tulisan ini, saya akan coba membantu dengan memberi sedikit cara tetang cara menginstal windows melalui media flashdisk. here you go.
Berikut langkah-langkahnya :
1. Siapkan flashdisk, sebaiknya kapasitas minimal 1GB.
2. Download aplikasi HPUSB flash disini
3. Download DOS system file, saya telah mengupload satu contoh DOS system file, silakan download disini
4. Ekstrak kedua file tersebut ke komputer.
5. Jalankan aplikasi HPUSB flash dengan klik ganda pada file HPUSBFW.EXE
akan tampak tampilan seperti ini :
HP USB Flash Utility
6. Pilih device, pastikan sesuai dengan flash disk yang akan anda format.
7. Cek pada pilihan Create a DOS startup disk, kemudian pada pilihan “using DOS system files located at” klik tombol sebelah kanan (browse) dan arahkan pada direktori hasil ekstrak dari file dos.zip pada langkah ke-3 di atas.
8. Setelah semua benar, kemudian klik Start. Tunggu sampai proses format selesai.
9. Setelah proses format selesai, copy-kan file-file yang ada pada direktori DOS (hasil download) ke flashdisk, kecuali file COMMAND.COM, IO.SYS, dan MSDOS.SYS (sudah tercopy sewaktu proses format).
Langkah pembuatan boot-disk selesai, anda tinggal meng-copy file installer windows ke flash disk tersebut. Caranya copy direktori i386 beserta file dan sub direktori di dalamnya dari CD installer windows ke dalam flash disk (gunakan windows eksplorer). Setelah selesai, anda siap menginstall windows ke PC/Laptop. Caranya mirip dengan tutorial install windows yang pernah saya tulis sebelumnya.
Untuk install pada Asus EEE, langkahnya sebagai berikut :
1. Pasang flash disk booting pada Laptop yang akan diinstal.
2. Saat tampil logo Asus EEE, tekan Esc. Pilih booting dari flashdisk.
3. Setelah masuk ke C prompt ( C: ), hapus semua partisi bawaan linux xandros pada Asus EEE. Caranya dengan ketik perintah
FDSIK.exe.
Setelah semua partisi terhapus, buat satu partisi tunggal, dan set atribut ke Active (perlu restart supaya partisi yang baru bisa dikenali oleh system)
4. Tekan esc untuk keluar dari menu Fdisk. Kemudian format partisi yang tadi kita buat. Caranya ketik perintah
FORMAT D: /s
Tunggu sampai proses format selesai.
5. Copy file himem.sys, config.sys, dan smartdrv.exe ke hardisk. Caranya ketik perintah
copy himem.sys D:
copy config.sys D:
copy smartdrv.exe D:
Jangan lupa selalu tekan enter di akhir setiap perintah tersebut.
5. Dari sini Laptop EEE sudah bisa booting tanpa flashdisk. Restart EEE. Biarkan booting dari Hardisk.
6. Setelah proses boot selesai, anda akan masuk ke C: kembali. Ketikkan perintah
smartdrv
kemudian enter.
7. Pindah ke direktori dimana file installer windows berada. Ketik perintah
D:
kemudian enter.
8. Pada D prompt ( D: ) ketik perintah
cd i386
kemudian enter.
9. Ketik perintah
winnt.exe
kemudian enter.
Anda akan masuk ke menu instalasi windows. Dari sini anda tinggal mengikuti langkah-langkah yang ada pada layar monitor sampai selesai instalasi windows.
Demikian cara kedua install windows tanpa CD Rom. Semoga bermanfaat.
Catatan :
1. Cara ini tidak hanya berlaku untuk laptop Asus EEE saja, tapi juga bisa digunakan pada laptop atau PC lain sepanjang mendukung booting dari Flash disk.
2. Ada kasus dimana FDISK tidak bisa menge-set partisi hardisk menjadi aktif. Hal ini karena FDISK membaca flashdisk sebagai fixed disk 1, sementara hardisk sebagai fixed disk 2. Jika demikian, maka gunakan aplikasi physdiskwrite seperti saya tulis pada cara install pertama. Dengan physdiskwrite, flashdisk akan terbaca sebagai floppy drive A, sedangkan hardisk sebagai fixed disk 1, sehingga bisa di-set ke aktif.