Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. Sebelumnya Allah berfirman.
Badiiu’ as-samaawaati wal ardli
“Artinya : Allah pencipta langit dan bumi” [Al-Baqarah : 117]
Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya.
Juga firman Allah.
Qul maa kuntu bid’an min ar-rusuli
“Artinya : Katakanlah : ‘Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul”. [Al-Ahqaf : 9].
Maksudnya adalah : Aku bukanlah orang yang pertama kali datang dengan risalah ini dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambanya, bahkan telah banyak sebelumku dari para rasul yang telah mendahuluiku.
Bid’ah (hukum dalam islam yang mengada – ngada) ini merupakan kesalahan hukum dan penolakan yang tegas terhadap hukum – hukum agama yang telah di tentukan oleh Al-Qur’an dan Hadist (contoh perbuatan) dari Rasulullah Saw, bid’ah ini hukumnya Sesat dan Menyesatkan, bid’ah ini ada beberapa kategori, yakni ; perselisihannya syari’at dalam bidang Aqidah, Akhlak, Ibadah serta dalam aturan hukum ilmu syari’at (muamalah) itu sendiri akan penerapannya dalam kehidupan beragama.
Sebagaimana seperti yang di sabdakan Rasulullah Saw mengenai hal ini :
“Barangsiapa menimbulkan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kita yang bukan dari ajarannya maka tertolak.” (Hadist Riwayat Bukhari)
“Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik - baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk - buruk urusan agama ialah yang di ada - adakan. Tiap - tiap yang di ada - adakan adalah bid'ah, dan tiap bid'ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka.” (Hadist Riwayat Muslim)
“Dua golongan dari umatku yang tidak punya bagian dalam Islam adalah kaum Jabariyah dan kaum Kadariyah.” (Hadist Riwayat Ahmad)
“Apabila kamu melihat orang - orang yang ragu dalam agamanya dan ahli bid'ah sesudah aku (Rasulullah Saw) tiada maka tunjukkanlah sikap menjauh (bebas) dari mereka. Perbanyaklah lontaran cerca dan kata tentang mereka dan kasusnya. Dustakanlah mereka agar mereka tidak makin merusak (citra) Islam. Waspadai pula orang - orang yang di khawatirkan meniru - niru bid'ah mereka. Dengan demikian Allah Swt akan mencatat bagimu pahala dan akan meningkatkan derajat kamu di akhirat.” (Hadist Riwayat Ath-Thahawi)
“Kamu akan mengikuti perilaku orang - orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, "Siapa mereka yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang - orang Yahudi dan Nasrani." (Hadist Riwayat Bukhari)
“Tiga perkara yang aku takuti akan menimpa umatku setelah aku tiada : “kesesatan sesudah memperoleh pengetahuan, fitnah - fitnah yang menyesatkan, dan syahwat perut serta seks.” (Hadist Riwayat Ar-Ridha)
“Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah Swt, para malaikat dan seluruh manusia. Di tanyakan, "Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?" Beliau menjawab, "Mengada - adakan amalan bid'ah, lalu melibatkan orang - orang kepadanya." (Hadist Riwayat Daruquthin dari Anas).
Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka itu tertolak.” (Hadist Riwayat Muslim).
Hadist dari ‘Aisyah Ra, dia berkata Rasulullah Saw pernah bersabda : ”Barang siapa yang mengada - adakan sesuatu (amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari kami, maka (amalan) itu tertolak.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).
Sesungguhnya agama Islam sudah sempurna dengan wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Suabhnahu wa Ta’ala berfirman:
“Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [Al-Maaidah: 3]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan semua risalah, tidak ada satupun yang ditinggalkan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menunaikan amanah dan menasehati umatnya. Kewajiban seluruh umat mengikuti petunjuk Nabi Muhammad ‘Alaihi Shallatu wa sallam, karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan. Wajib bagi seluruh ummat untuk mengikuti beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak berbuat bid’ah serta tidak mengadakan perkara-perkara yang baru karena setiap yang baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat.
Tidak diragukan lagi bahwa setiap bid’ah dalam agama adalah sesat dan haram, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.